Powered By Blogger

Selasa, 26 Januari 2021

Mini Riset Studi Pola Segregasi Karakter Morfologi Persilangan Dua Genotip Parental Tubuh Tinggi Rambut Lurus Hidung Mancung X Tubuh Pendek Rambut Lurus Hidung Pesek dalam Menentukan Genotip Parental Dan Rasio F1

 

MINI RISET

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Genetika

Studi Pola Segregasi Karakter Morfologi Persilangan Dua Genotip Parental

Tubuh Tinggi Rambut Lurus Hidung Mancung X Tubuh Pendek Rambut Lurus Hidung Pesek dalam Menentukan Genotip Parental Dan Rasio F1

 

 

 

 

Disusun Oleh :

Rini Rahma Dina (A1C418005)

 

Dosen Pengampu :

1.      Dr. Drs. Jodion Siburian, M.Si.

2.      Dr. Dra. Evita Anggereini, M.Si.

3.      Dr. Afreni Hamidah, S.Pt., M.Si.

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDDIKAN BIOLOGI

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

 

 

MINI RISET

Studi Pola Segregasi Karakter Morfologi Persilangan Dua Genotip Parental Tubuh Tinggi, Rambut Lurus, Hidung Mancung X Tubuh Pendek, Rambut Lurus, Hidung Pesek Dalam Menentukan Genotip Parental Dan Rasio F1

 

A Study Of A Pattern Of Segregated Character Morphology, With Two Distinct Genders Tall Body, Hair Straight, Nose Curved X Short Body, Hair Straight Nose Snub, To Determine The Corresponding Genome And The F1 Ratio

 

Rini Rahma Dina

NIM : A1C418005 | Reguler A 2018

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Jambi

E-mail : rinirahmadina026@yahoo.com

 

ABSTRAK

Gen merupakan unit hereditas yang dapat di transmisikan atau diwariskan ke generasi selanjutnya. Gamet tersebut terletak pada molekul yang panjang yaitu asam deoksiribonukleat, terdapat pada semua sel. setiap organisme memiliki jumlah kromosom pada sel-sel susunan tubuh yang identik. Terdapat dua jenis susunan kromosom. Pada susunan kromosom yang mempunyai satu set saja kromosom disebut diplodid (n). Persilangan antara induk jantan dan betina, terjadi pembentukan gamet atau proses gametagenesis. Berdasarkan hasil studi pengamatan yang dilakukan terhadap morfologi parental trihibrid dengan tinggi badan, bentuk rambut dan bentuk hidung menghasilkan keturunan filial pertama sebanyak empat orang anak. Persilangan yang dilakukan tersebut menggunakan diagram anak garpu atau fork line. Pada penelitian ini dilakulan test cross untuk mengetahui genotip parental. Maka didapatkan genotip parental didapatkan genotip parental ♂ TTRrHh   X   ♀ ttRrHh. Persilangan genotip parental tubuh tinggi rambut lurus hidung mancung dikawinkan dengan tubuh pendek rambut lurus hidung pesek menghasilkan keturunan empat orang anak dengan rasio tubuh tinggi hidung mancung 75 % sedangkan anak yang bertubuh tinggi rambut ikal hidung pesek dengan 25 %.

Kata kunci : Gen, gamet, genotip, kromosom, trihibrid, filial, fork line, test cros.

 

ABSTRACT

Genes are units of heredity that can be transmitted or passed on to succeeding generations. The gamet lies in the long molecule of deoxyribonucleic acid, found in all cells. Each organism has a number of chromosomes in identical skeletal cells. There are two types of chromosomes. In the chromosomes that have just one set of chromosomes called a diplodid (n). The hybrid between male and female is formed of a gamet or gametageneesis. Based on the observation study of morphological morphology at its height, the shape of the hair and the shape of the nose produced the first four children. The fork or fork line diagram is used. On this research the cross test was to know the genome belongs. Then it's got a bloody genome got a bloody genome ♂ TTRrHh   X   ♀ ttRrHh. A genotoid belonging to a tall, straight nose of a mancung is intertwined with a short body of straight hair the snub nose produces offspring of four children with a stretched nose ratio of 75 % while a tall child has a curved nose with 25 %.

Keywords: genes, gamet, genotip, chromosome, trihibrid, filial, fork line, cros test.

 

PENDAHULUAN


Gen merupakan unit unit hereditas yang dapat di transmisikan atau diwariskan ke generasi selanjutnya. Gamet tersebut terletak pada molekul yang panjang yaitu asam deoksiribonukleat, terdapat pada semua sel. Manusia termasuk ke dalam organisme yang lebih kompleks, pada manusia setiap sel mengandung kromosom dalam satu set itu dari induk betina dan untuk satu set lainnya dari induk jantan. Penggabungan dari jumlah kromosom tersebut berjumlah diploid (2n). Jumlah kromosom pada setiap selesai mati manusia mengandung 46 kromosom ( Elrod & William. 2002:1)


Menurut Artadana dan Wina (2018:19) menjelaskan jika setiap organisme memiliki jumlah kromosom pada sel-sel susunan tubuh yang identik. Terdapat dua jenis susunan kromosom. Pada susunan kromosom yang mempunyai satu set saja kromosom disebut diplodid (n). Sedangkan jika susunan kromosom diploid mempunyai pasangan kromosom yang homolog. Maka dua kromosom dapat dikatan homolog jika terdapat gen yang sama  pada lokusnya. Ketika alelnya berbeda pada setiap lokus, maka pada satu spesies organisme memiliki perbedaam fenotip.

Persilangan antara induk jantan dan betina, terjadi pembentukan gamet atau proses gametagenesis. Terjadi penyatuan antara gamet jantan dan gamet betina dalam proses fertilisasi dengan menghasilkan zigot. Pada hukum Mendel dikenal dengan hukum berpasangan bebas, hal ini menyatakan bahwa segera terjadi pemisahan suatu pasang yang terjadi secara independen atau lepas dari pasangan gen. Untuk persilangan 2 genetik parental dengan tubuh tinggi rambut lurus hidung mancung disilangkan dengan tubuh pendek rambut lurus hidung pesek. Misalnya terdapat alel dengan bentuk tinggi disilangkan dengan pendek, dan pada pasangan kromosom lainnya terdapat alel-alel bagi rambut lurus dan rambut keriting. Begitu pula dengan pasangan kromosom terdapat alel-alel bagi hidup mancung dan hidung pesek.

Segregasi alel-alel dari bentuk tinggi badan dapat terjadi secara independen dari segregasi alel-alel bagi bentuk rambut dan bentuk hidung. Karena masing-masing dari pasangan kromosom yang homolog berlaku sebagai unit yang independen selama meiosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui genotip parental, persentase kemungkinan fenotip keturunan F1 yang bertubuh tinggi, rambut lurus, hidung mancung dengan tubuh tinggi, rambut ikal, hidung pesek. Dan pola segregasi populasi F1 apakah sejalan dengan nisbah Mendel.


 

 

METODE PENELITIAN


Waktu dan Tempat

Penelitian dilaksanakan pada 10-17 Oktober 2020 di jalan Husin Hamzah, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.

Alat dan Bahan

Penelitian ini menggunakan acuan jurnal yang relevan dan responden penelitian adalah salah satu keluarga di jalan Husin Hamzah Kabupaten Batanghari. Variabel penelitian adalah jenis kelamin, tinggi badan, bentuk rambut dan bentuk hidung.

Analisis Data

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menganalisis hasil filial pertama dengan  kemungkinan genotip parental, menggunakan metode uji silang atau test cross, uji chi square untuk menentukan pola persilangan genotip parental.

 

 


HASIL DAN PEMBAHASAN


Berdasarkan hasil studi pengamatan yang dilakukan terhadap morfologi parental dengan tinggi badan, bentuk rambut dan bentuk hidung menghasilkan keturunan F1 sebanyak empat orang anak dengan genotip sebagai berikut.


 

 

 

 

 

 

 

Text Box: ♂
Oval: ♀  ♀
Oval: X
Oval: Y
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Berdasarkan hasil observasi, keturunan pertama dari genotip parental menghasilkan Dua orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan. Untuk organisme khusus manusia, jenis kelaminnya terdapat sepasang kromosom yang berbeda secara morfologis. Pasangan kromosom ini ditandai dengan X dan Y. Ketika genotip parental disilangkan, kromosom Y akan menjadi penentu dalam keturunan yang berkelamin laki-laki. Sedangkan, untuk kromosom X  secara morfologis, identik dengan perempuan  ( Elrod & William. 2002:5).

Untuk mengetahui menguji apakah genotip parentalnya berdasarkan rasio fenotionya diketahui

 


Alel

Tinggi badan

Bentuk rambut

Bentuk hidung

Dominan

T (Tinggi)

R (Lurus)

H (Mancung)

Resesif

t (Pendek)

r (ikal)

h (pesek)

 

 


·         2 Anak laki-laki bertubuh tinggi, rambut lurus dan hidung mancung

·         1 Anak perempuan bertubuh tinggi, rambut lurus dan hidung mancung

·         1 Anak perempuan bertubuh tinggi, rambut ikal dan hidung pesek

Maka genotip parental dari tinggi rambut lurus dan hidung mancung  X pendek rambut lurus dan hidung pesek. Menurut Mustami (2013:16) menjelaskan bahwa alel merupakan sifat dari gen berupa ekspresi alternatif. Setiap individu, memiliki sepasang alel yang memiliki sifat yang khas tertentu berasal dari parentalnya. Pasangan alel ini disebut sebagai genotip. Berdasarkan teori tersebut, untuk mengamati pola segregasi dua genotip yang memiliki pasangan alel yang berbeda , maka persilangan dibawah ini bergenotip heterozigot.

P  : T_R_H_ X t_R_h_

F1:

3 Tinggi lurus mancung

1 Tinggi ikal  pesek

 


v  Untuk menentukan genotip jantan (TRH)

Menyilangkan organisme dengan genotip yang belum diketahui dengan homozigot resesif

Diketahui T dominan terhadap t

R dominan terhadap r

H dominan terhadap h

Ø  T (Tinggi) dengan dua kemungkinan : TT, Tt

t (pendek) homozigot resesif : tt

Text Box: Tinggi dan Pendek
(Tt)
Text Box: Tinggi
(TT)
Maka  TT      or      Tt      X tt

Text Box: TT (Tinggi) genotipnya karena diketahui pada keturunan F1      

 

 

Ø  R (rambut lurus) dengan dua kemungkinan : RR, Rr

r (rambut ikal) homozigot resesif : rr

 

Maka RR     or      Rr       X rr

Text Box: Lurus
(RR)
 

 


Ø  H (hidung mancung) dengan dua kemungkinan : HH, Hh

h  (hidung pesek) homozigot resesif : hh

Text Box: Mancung dan pesek
(Hh)
Text Box: Mancung
(HH)
Maka HH      or      Hh      X hh

Text Box: Hh (mancung dan pesek) genotipnya karena diketahui pada keturunan F1
 

 


v  Untuk menentukan genotip betina (tRh)

Menyilangkan organisme dengan genotip yang belum diketahui dengan homozigot resesif

Diketahui T dominan terhadap t

R dominan terhadap r

H dominan terhadap h

Ø  t (pendek) dengan satu kemungkinan : tt

t (pendek) homozigot resesif : tt

Text Box: tt (pendek) genotipnya karena diketahui pada keturunan F1Text Box: Pendek
(tt)
Maka  tt      X       tt

      

                

Ø  R (rambut lurus) dengan dua kemungkinan : RR, Rr

r (rambut keriting) homozigot resesif : rr

Maka RR     or      Rr       X rr

Text Box: Lurus
(RR)
 

 


Ø  h (hidung pesek) dengan satu kemungkinan : hh

h  (hidung pesek) homozigot resesif : hh

Text Box: Pesek
(hh)
Maka  hh        X       hh

Text Box: hh (pesek) genotipnya karena diketahui pada keturunan F1
 

 


Uji Persilangan Test Cross


Menurut Daryono dan Muhammad (2009: 5) menjelaskan bahwa dalam persilangan dua genotip parental dapat menghasilkan keturunan filial pertama. Untuk mengetahui genotip parental dapat digunakan uji silang atau test cross. Uji silang, sangat membantu mengetahui sifat suatu individu genotip parentalnya bersifat homozigotik atau heterozigotik. Maka hasil uji silang didapatkan genotip parental ♂ TTRrHh   X   ♀ ttRrHh. Pada penelitian ini didapatkan populasi test cross menunjukkan segregasi dengan perbandingan filial pertama 3:3:1:1. Jika dibuktikan ratio fenotipnya 2/4 Tinggi lurus mancung, 1/4 Tinggi lurus mancung, 1/4 Pendek lurus pesek.


Text Box: TRH
TRh
TrH
Trh
Text Box: tRh
tRh
P : ♂ TTRrHh   X   ♀ ttRrhh

G :    

 

 

F1 :    TT   X   tt                 Rr  X  Rr                                 Hh  X  Hh

Text Box: 2 Hh, 2 hhText Box: 1 RR, 2 Rr, 1 rrText Box: Tt

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Text Box: FenotipText Box: Genotip     F1 :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Text Box: = 2 Tinggi ikal mancungText Box: 2 HText Box: 1 rRatio fenotip :

 

 

 

 



Persilangan yang dilakukan tersebut menggunakan diagram anak garpu atau fork line. Dengan memanfaatkan metode diagram anak garpu dalam menentukan nisbah fenotip F1  sangat mempercepat persilangan dengan  meminimalisir  terjadinya kekeliruan dari pada penggunaan diagram Punnet. Sesuai hasil study persilangan dari genotip parental yang melibatkan lebih dari dua pasang, yaitu trihibrid akan sangat memudahkan untuk mengetahui nisbah dari fenotip dan genotip jika menggunakan diagram anak garpu (Ismail. 2017: 14). Setelah disilangkan genotip parental tersebut didapatkan

 


Tes Chi Square Test

Fenotip

Observed

Expected

O-E

Tinggi lurus Mancung

6

24

-18

X² = 36

Tinggi lurus pesek

6

24

-18

Tinggi ikal mancung

2

8

-6

Tinggi ikal pesek

2

8

-6

db = 4-1 = 3 , a = 0,05. Maka X² Hitung 36 > X² Tabel 7,81

 


Berdasarkan hasil persilangan tes cross oleh genotip parental menghasilkan filal pertama dengan perbandingan 3 : 3 : 1 : 1. Sedangkan pengujian pola persilangan genotip parental menggunakan uji chi square tidak mengikuti pola dengan nisbah pewarisan Mendel dengan perbandingan 3 : 1.


Rasio fenotip :

Tinggi lurus mancung 6 : 2 = 3

Tinggi lurus pesek  6 : 2 = 3

Tinggi ikal mancung 2 : 2 = 1

Tinggi ikal pesek 2 : 2 =1

                                

Maka, sesuai dengan fenotip yang telah diketahui dan persentase dari pesilangan sebagai berikut :

Tinggi lurus mancung 3         ¾ × 100% = 75 %

Tinggi ikal  pesek       1         ¼ × 100% = 25 %


Jadi, dalam persilangan genotip parental tubuh tinggi rambut lurus hidung mancung dikawinkan dengan tubuh pendek rambut lurus hidung pesek menghasilkan keturunan empat orang anak dengan rasio tubuh tinggi hidung mancung 75 % sedangkan anak yang bertubuh tinggi rambut ikal hidung pesek dengan 25 %.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peta Silsilah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Keterangan :

            = Laki-laki

 


            = Perempuan

            = Tubuh tinggi rambut lurus hidung mancung

            = Tubuh tinggi rambut lurus hidung pesek

            = Tubuh tinggi rambut ikal hidung mancung

        =  = Tubuh tinggi rambut ikal hidung pesek

             = Tubuh pendek rambut lurus hidung pesek

KESIMPULAN


Berdasarkan hasil penelitian dari hasil persilangan genotip parental trihibrid, dapat disimpulkan sebagai berikut.

1.      Gen merupakan unit hereditas yang dapat di transmisikan atau diwariskan ke generasi selanjutnya. Gamet tersebut terletak pada molekul yang panjang yaitu asam deoksiribonukleat, terdapat pada semua sel. setiap organisme memiliki jumlah kromosom pada sel-sel susunan tubuh yang identik.

2.      Uji silang, sangat membantu mengetahui sifat suatu individu genotip parentalnya bersifat homozigotik atau heterozigotik. Maka hasil uji silang didapatkan genotip parental ♂ TTRrHh   X   ♀ ttRrHh.

3.      Persilangan yang dilakukan tersebut menggunakan diagram anak garpu atau fork line. Dengan memanfaatkan metode diagram anak garpu dalam menentukan nisbah fenotip F1  sangat mempercepat persilangan dengan  meminimalisir  terjadinya kekeliruan daripada penggunaan diagram Punnet.

4.      Hasil persilangan tes cross oleh genotip parental menghasilkan filal pertama dengan perbandingan 3 : 3 : 1 : 1. Sedangkan pengujian pola persilangan genotip parental menggunakan uji chi square tidak

 

 

 

 

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA


Artadana, I. B. M., dan Wina, D. S. 2018. Dasar-Dasar Genetika Mendel Dan Pengembangannya. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Daryono, B. S., dan Muhammad, T. Q. 2009. Pewarisan Sifat Ketahanan Tanaman Melon (Curcumis melo L.) Terhadap Powdery Mildew (Podosphaera xanthii (Castag.) Braun et Shishkoff). Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia. Vol. 15, No. 1, Hal. 5.

Elrod, S., dan Stansfield. W. 2002. GENETIKA Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga.

Mustami, K. 2013. Genetika. Makasar: Universitas Islam Negeri Allauddin Press

Syahris, A. 2017. Genetika. Makalah. Fakultas Kedokteran Universitas Undayana. Denpasar


LAMPIRAN

Bentuk Rambut

Bentuk Hidung

Text Box: IbuText Box: Ayah


Text Box: Anak pertama
Text Box: Anak kedua

 


 


Text Box: Anak keempatText Box: Anak ketiga


Text Box: Anak keempatText Box: Anak ketiga


Text Box: Anak keduaText Box: Anak pertama

Text Box: IbuText Box: Ayah

 

Featured Post